Selasa, 07 Mei 2013

Cerita fiksi buatan tmen kita.. Tpi harus dihargain.. Judul : I have a dream by : http://www.facebook.com/puput.author?fref=ts

“tuan tolong beri kami sedikit sedekah” lirih seorang wanita paruh baya seraya menggandeng seorang gadis kecil. Wanita itu terus menunduk menunggu jawaban pemilik toko tempat dia berdiri saat ini. 
“pergilah”sahut seorang dari dalam toko besar itu
“tolonglah tuan”jawab wanita itu dengan wajah memelas. Bajunya yang lusuh compang camping serta rambut yang berantakan menunjukkan betapa sulitnya hidup didalam ibukota.
“pergilah”lagi-lagi terdengar suara dari dalam toko itu tapi kali ini agak beda suara itu lebih terdengar pengusiran.
“maaf tuan. Tolong kali ini saja”kali ini sigadis ikut angkat bicara.
“kalian ini hanya minta-minta saja! Pergi sana!!”bentak seorang kakek yang baru saja keluar dari dalam toko besar itu. Wajahnya mengambarkan amarah yang menggebu-gebu. Ibu itu keluar berjalan dengan tatapan nanar dan penuh kekecewaan. Sementara aku hanya terdiam terpaku melihat hal itu terjadi. Kakiku sulit untuk digerakkan. Ini sungguh hal yang memilukkan. Perlahan tapi pasti kulangkahkan kakiku kearah wanita itu.
“ini untuk ibu” ucapku seraya tersenyum lalu mengacak rambut gadis yang berdiri disamping ibu itu.
“terima kasih nona” sahut ibu tadi seraya menarik uang ribuan dari tanganku.
“apa kau lapar?” tanyaku lalu berjongkok dihadapan gadis itu. 
“iya kakak” jawabnya seraya menganggukkan kepalanya berulang kali. Aku tersenyum lalu mengandengnya tangannya menuju kesebuah kedai.
***
“siapa namamu?” tanyaku seraya memasukkan sepotong tempe kemulutku
“aku?” tanya gadis itu
“tentu”
“namaku nindy kak” ucapnya seraya tersenyum
“kalo ibu?” aku mengalihkan pandanganku dan memandang wanita yang duduk didepanku.
“saya siti nona” sahut wanita itu. 
“nama kakak siapa?”
“aku zaskia” sahutku
“berapa umurmu?” tambahku sambil menatapnya
“12 tahun. Apa cita-cita kakak?” tanya gadis itu yang kurasa aneh. Ya bagaimana mungkin seorang gadis jalanan beratnya tentang cita-cita.
“hhhmmm entahlah” jawab asal
“aku ingin menjadi guru” ucap gadis itu lagi yang membuatku benar-benar kaget.
“what??” ucapku lalu menegak air didepanku
“anehnya kak?” tanyanya seraya terkekeh. Sedangkan aku hanya tersenyum getir.
“meskipun aku hanya anak jalanan aku masih bermimpi kak karena menurutku mimpi adalah harapan hidup dan kata ayahku mimpi yang besar lebih mudah digapai dari mimpi yang kecil” ucap gadis itu panjang lebar sementara aku hanya manggut-manggut.
“baiklah teruslah bermimpi anaku” ucap bu siti yang membuat kami tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar